Bagi yang lagi belajar Tahsīn / Tajwīd dan bagi yang lagi terus memperbaiki bacaan, ini ada beberapa tips untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika mengucapkan takbīr, tahlīl, dan tahmīd.
Kesalahan yang pertama.
Pengucapan lafzh ul-jalālah الله yang seperti ada huruf و sukūn-nya. Kalo ditulis jadi seperti اوْلٰه ‘Awlāh’. Jadinya ketika mengucapkan takbīr jadi ‘Awlāhu akbar’. Atau ketika mengucapkan tahlīl jadi ‘Lā ilāha illawlāh’. Padahal ngga ada huruf و pada lafzh ul-jalālah. Yang ada cuma huruf ل yang ber-tasydīd.
Bisa kaya gini soalnya bibirnya ikut mingkem ketika mau ngucapin huruf ل yang ber-tasydīd. Padahal, makhraj huruf ل itu bukan di bibir, tapi ujung lidah yang ketemu sama gusi bagian atas.
Jadi, supaya ngga muncul و, ya latihan terus supaya jangan mingkem bibirnya, hehe. Langsung aja angkat ujung lidah ke gusi atas.
Kesalahan yang kedua.
Pengucapan harakat yang salah ketika mengucapkan takbīr berkali-kali: ‘Allāhu akbarallāhu akbar’
Padahal, harakat pada huruf ر itu dhammah, bukan fathah. Lafazh takbīr itu اللهُ أَكْبَرُ bukan اللهُ أَكْبَرَ.
Kalo mau disambung, bacanya harusnya: ‘Allāhu akbarullāhu akbar’. Atau bisa juga kalo mau diwaqaf: ‘Allāhu akbar. Allāhu akbar.’
Tapi jangan baca langsung nyambung pake fathah di huruf ر.
Kesalahan yang ketiga.
Menghilangkan huruf د ketika mengucapkan tahmīd: ‘walillāhil-ham’. Padahal ada huruf د setelah huruf م, ‘hamd’ حَمْد. Dan setiap huruf punya hak untuk diucapkan tanpa dihilangkan. Jadi harusnya ‘walillāhil-hamd’.
Selamat berlatih, semoga bermanfaat ![]()
‘Īdukum mubārak.
Taqabballāhu minnā wa minkum.


