Takes Things for Granted

Dalam Bahasa Inggris,
Ada ungkapan “takes things for granted”.

Expression ini memang rada susah dicari padanan katanya dalam Bahasa Indonesia. Tapi bisa dibilang ungkapan ini tuh semacam lawan dari kata grateful. Lawan dari rasa syukur.

Contohnya dalam kalimat, itu kayak gini:
“He takes his family for granted and doesn’t appreciate their support.”

Jadi, dia nganggap keberadaan dan bantuan keluarganya sebagai suatu hal yang biasa, default, memang udah seharusnya, udah hak dia, dan kurang atau bahkan ngga menghargainya soalnya dia udah terbiasa dapet itu semua.

Dia ngga menyadari nilai atau pentingnya sesuatu, karena ngerasa itu semua udah seharusnya ada.

Contoh lain:
“Many people take clean water for granted until they face a water crisis.”

Kebanyakan dari kita ngga ngeh dengan begitu berharganya air bersih, sampe pas ada gangguan PDAM atau pompa airnya rusak, atau ada bencana kekeringan.

Pas semuanya lagi normal, kita berasumsi bahwa sesuatu itu akan selalu tersedia dan selalu ada. Kita kurang menghargai dan mensyukurinya. Itulah “take things for granted”.

Berikut beberapa hal yang sering kita “taken for granted“:

  1. Udara yang kita hirup setiap hari. Setiap jam. Setiap menit. Setiap detik. Yang gratis ini.
  2. Atap yang menaungi tempat tinggal kita, di saat begitu banyak orang yang tinggal di jalanan, di puing-puing bangunan yang hancur.
  3. Pakaian yang kita kenakan.
  4. Air yang tersedia.
  5. Listrik dan cahaya di malam hari.
  6. Makanan yang tersaji hari ini.
  7. Hangatnya mentari pagi.

Dan masih banyak lagi.

Dalam menghadapai berbagai tantangan dan problematika hidup, seringkali kita terlalu fokus dengan sesuatu yang belum Allah kasih, dan lupa dengan banyak hal yang sudah Allah berikan. Yang setiap harinya Allah anugerahkan.

Semoga Allah jadikan kita semua hamba-hamba-Nya yang pandai menghadirkan rasa syukur, atas ni’mah-Nya yang begitu banyak.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *