Ketika Nilai is Everything

Ketika nilai is everything.
Ketika ‘yang penting lulus’ menjadi target.
Ketika hanya ijazah dan gelar yang dikejar.

Maka jangan aneh kalo siswa maupun mahasiswa begitu kreatif berinovasi menemukan berbagai cara buat nyontek ketika ujian.

Jangan heran kalo ada banyak guru jadi harus meng-katrol nilai murid, demi mengejar angka kelulusan dan reputasi sekolah. Dan bahkan dulu ketika masih pake sistem ngebuletin pake pensil 2B, saya mendengar langsung pengakuan dari beberapa guru bahwa mereka di-instruksikan untuk menghapus jawaban murid yang salah, lalu membenarkannya.

Begitu pula praktek seperti joki ujian, plagiasi skripsi, ijazah palsu, dan berbagai praktek ketidakjujuran lainnya.

Sebuah praktek sistem pendidikan yang secara tidak langsung mengirimkan pesan kepada praktisinya bahwa gagal itu hina. Jangan sampai kamu gagal. Tempuhlah cara apapun supaya jangan gagal.

Maka tanamkanlah kepada anak kita:

  • Bahwa yang harus dikejar itu bukan nilai, tapi ilmu.
  • Bahwa yang penting itu kamu paham, bukan yang penting kamu lulus.
  • Bahwa ijazah dan gelar itu hanya jalan, bukan tujuan.
  • Bahwa kejujuran itu segalanya, hasil nomor dua.
  • Bahwa kegagalan itu biasa. Orang yang ngga pernah gagal cuma orang yang ngga pernah melakukan apa-apa. Cara kamu untuk belajar dari kegagalan dan bangkit dari setiap kegagalan, itulah yang luar biasa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *