Indonesia ini ngga kekurangan orang pintar.
Tapi sangat kekurangan orang jujur dan amanah.
Maka kalau kita kecewa dengan masih banyaknya orang yang terbiasa berdusta, berbuat makar dan khianat, maka bersungguh-sungguh lah untuk menjadi orang jujur dan amanah. Dan bersungguh-sungguh lah dalam menularkannya.
Supaya orang jujur dan amanah ngga jadi minoritas. Supaya kita bisa berjama’ah dalam kejujuran dan menjalankan amanah.
Maka mulailah dari yang kecil, dari diri kita, dari keluarga kita, dari lingkaran kita.
Mulailah dari mencatat dengan teliti utang kita (kalau ada). Memprioritaskannya di dalam budget rumah tangga kita. Dan mendisiplinkan diri untuk membayar/mencicilnya sesuai kesepakatan.
Mulailah dengan memberikan teladan kepada anak-anak kita, bahwa harta titipan orang lain, itu bukan milik kita. Jika kita dititipi modal usaha dari shāhib ul-māl (investor) misalnya, lalu membeli komputer. Maka jangan pernah menggunakan komputer itu untuk kepentingan pribadi. Dan tunjukkan kepada anak kita bahwa kita hanya menggunakan komputer itu untuk keperluan usaha.
Hingga yang paling kecil seperti lakban, pulpen, cutter. Pisahkan mana yang dibeli dari harta amanah dan mana yang dibeli dari harta pribadi. Dan jangan sampai ada secuil lakban pun, atau setetes tinta pun yang dibeli dari harta amanah, digunakan untuk keperluan pribadi.
Kalo butuh untuk keperluan pribadi, beli dari kantong sendiri. Kalo ngga punya uangnya ya mendingan ngga usah.
Karena setiap rupiah, setiap cuil, dan setiap tetesnya kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah.
Karena bagaimana mungkin amanah dengan hal-hal besar kalau hal-hal kecil aja ngga amanah?
Bagaimana mungkin amanah dengan fasilitas negara, uang negara, mobil dinas, dsb, kalau lakban aja ngga amanah?
Kalau terbiasa pake komputer yang dibeli dari harta amanah, atau komputer kantor, atau komputer perusahaan untuk keperluan pribadi, maka kelak terbiasa pula lah pake fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.
Pake sound system kantor buat acara pribadi.
Pake mobil dinas buat jalan-jalan.
Pake kewenangan dan jabatan buat kepentingan having fun.
Padahal semua itu akan terekam dan tercatat dengan begitu teliti dan presisi di dalam suatu kitāb, catatan dan rekaman perbuatan kita, yang ngga akan melewatkan hal besar maupun hal kecil.
Yang kelak harus kita pertanggungjawabkan di hadapan Rabb Seluruh Alam. Pada suatu Hari di mana tak lagi berguna dinar dan dirham, dolar dan rupiah, koneksi dan backing maupun ordal.



