Ketika adzan berkumandang.
Kita pastinya familiar dengan kata حَيَّ hayya.
Hayya ‘alā-sh-shalāh…
(Marilah kita menuju shalat)
Hayya ‘alā-l-falāh…
(Marilah kita menuju kesuksesan)
Kata حَيَّ hayya umumnya diterjemahkan sebagai: “marilah“.
Sehingga tone yang didapat adalah semacam: “Yuk mari ke sini” atau semacam “come here“.
Padahal untuk tone semacam itu, ada kata lain dalam Bahasa Arab, yaitu: تَعَال ta’āl. Contohnya:
Ta’āl yā habībī تعال يا حبيبي
(Mari ke sini sayangku)
[Come my dear]
Sedangkan حَيَّ hayya itu lebih dari sekedar “marilah“.
Hayya itu:
Bergegaslah. Bersegeralah. Buruan datang. Hurry up.
Hayya itu:
Apapun yang sedang kamu lakukan, whatever it is, tinggalkan.
Di manapun kamu berada, wherever you are, buruan datang.
Dan bagi laki-laki itu artinya:
Buruan siap-siap menuju ke masjid.
Catatan:
Kecuali ketika sakit, hujan lebat, keadaan darurat yang menyangkut nyawa seseorang, keselamatan orang banyak, dan udzur syar’i lainnya.


