eBook Banū Isrā’īl (1-6)
Episode kisah perjalanan Banī Isrā’īl yang penuh dengan pelajaran berharga untuk kita semua.
“Wahai utusan Allah. Apa benar ini tempat yang diperintahkan?“, tanya mereka.
Nabi Mūsā ‘alayhissalām menjawab, “Benar.”
Keadaan makin sulit dipahami. Dan di saat yang sama, pasukan Fir’aun mulai terlihat di kejauhan. “Kita akan tersusul!“
Kallā! Inna ma’iya Rabbī sayahdīn.
Jawab Nabi Mūsā ‘alayhissalām.
“Sekali-kali tidak akan tersusul! Sungguh Rabb-ku bersamaku. Dan Dia akan memberikan petunjuk.“
Ketika di depan ada Laut Merah yang terbentang. Di kiri-kanan ada gunung terjal yang sulit didaki. Dan di belakang ada Fir’aun dan pasukannya yang mengejar di kejauhan. Mereka telah terpojok dan tak tahu harus ke mana.
Datang lah petunjuk dari Rabb Semesta Alam,
“Idhrib bi-‘ashākal-bahr!” Pukullah laut itu dengan tongkatmu!
Maka datanglah mu’jizat ke-9.
Terbelahlah Laut Merah. Bagai tebing curam di pegunungan. Yang setiap belahannya bagaikan gunung yang begitu besar. Terbelalak lah seluruh mata, melihat tanda kebesaran Allah yang begitu luar biasa. Memuncaklah keimanan orang-orang beriman, karena telah datang pertolongan-Nya. Di persimpangan terakhir ini. Di saat-saat penghabisan ini.
Mereka pun bisa melintas dan menyebrang lautan dengan selamat. Sedangkan di belakang, Fir’aun dan seluruh pasukannya Allah tenggelamkan dalam kekafiran.