Dzimmah-nya Allah

Siapa yang menginginkan dzimmah-nya Allah.
Yang menginginkan penjagaan-Nya.
Jaminan-Nya.
Pengawasan-Nya.
Dan pemeliharaan-Nya.
Maka hendaklah ia menegakkan shalat shubuh. On time. Bukan setelah ia melihat sun shine. Dan berjama’ah di masjid kalo dia pria masculine.

Kalo kata Ustādz Muhammad Tim Humble hafizhahullāh, ذِمَّة ‘dzimmah’ itu macam begini:

If someone messes with you, he messes with me.” (Kalo ada yang macem-macem sama kamu, berarti dia macem-macem sama saya)

Jadi yang cari masalah sama seseorang yang menegakkan shalat shubuh, dia sedang cari masalah sama Allah.

Rasūlullāh ﷺ bersabda,

مَن صَلَّى صَلَاةَ الصُّبْحِ فَهو في ذِمَّةِ اللهِ، فلا يَطْلُبَنَّكُمُ اللَّهُ مِن ذِمَّتِهِ بشيءٍ، فإنَّه مَن يَطْلُبْهُ مِن ذِمَّتِهِ بشيءٍ يُدْرِكْهُ، ثُمَّ يَكُبَّهُ علَى وَجْهِهِ في نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa yang shalat shubuh maka dia berada di dalam dzimmah-nya Allah. Maka jangan sampai Allah menuntutmu dengan sesuatu yang berada di dalam dzimmah-Nya. Karena barangsiapa yang dituntut oleh Allah dengan sesuatu dari apa yang ada pada dzimmah-Nya, maka ia pasti akan merasakan akibatnya. Lalu Allah akan mencampakkannya di atas wajahnya di dalam neraka Jahannam”.
[HR. Muslim No 657]

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *