Dunia Datang dengan Hina

Dunia datang kepada kita dengan hina itu contohnya kaya gini:

  • Kita lagi butuh uang, terus tiba-tiba ada yang nawarin kerjaan. Tapi kerjaannya melibatkan riba. Maka kita tolak tawarannya, meskipun kita lagi butuh.
  • Atau ditawarin kerja kantoran gaji puluhan juta, tapi potensi ikhtilāth dengan akhwat non-mahram berpakaian kurang bahan sangat besar. Maka kita tolak lagi dia.
  • Atau ditawarin gaji eksklusif mendekati 3 digit, tapi lokasi far far away nun jauh di sana, hilang sudah kesempatan berbakti sama orang tua dari jarak dekat, di masa-masa mereka sangat membutuhkannya. Jadi, tolak terus.

Hina kan dia. Udah nawarin, ditolak lagi.
Kalo dia datang dengan yang halal kita terima walopun sedikit. Dan kalo dia datang dengan yang haram, atau memalingkan kita dari misi akhirat, kita tolak walopun banyak.

Sedangkan seseorang yang menghinakan dirinya demi dunia, udah ngga peduli lagi halal-haram. Yang penting makan. Yang penting dapur ngebul. Yang penting cicilan lunas. Yang penting keuangan aman. Yang penting ngga miskin.
Jangan sampe gue miskin.
Jangan sampe gue sakit.
Jangan sampe gue mati.

Kata Rasūlullāh ﷺ,

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ.

“Barangsiapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya. Menjadikan kefaqiran di kedua pelupuk matanya. Dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali menurut ketentuan yang telah ditetapkan baginya. Dan barangsiapa yang niat (tujuan) hidupnya adalah negeri akhirat, Allah akan mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina.”
(HR Imam Ahmad, shahīh)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *