Bahasa Arab

Nikmat yang Tak Terdeskripsikan

Memahami aljabar, trigonometri, dan kalkulus.Rasanya tak senikmat ini… Memahami kinematika, mekanika fluida, dan termodinamika.Rasanya tak senikmat ini… Memahami English, langsung dari lisan para native, aksen Amerika, British, maupun Aussie.Rasanya tak senikmat ini… Memahami kalam-Nya yang mulia,Memahami apa yang kita baca dari tilawah kita,Memahami setiap kata yang kita ucapkan di dalam shalat kita,Memahami lantunan yang menggema […]

Nikmat yang Tak Terdeskripsikan Read More »

Bahasa Arab

Tawbah

Bulan Ramadhān ini…Bukan cuma kesempatan untuk memperbanyak ‘amal shālih, tapi ia juga sebuah momentum langka bagi kita semua, untuk menginjakkan rem pada kemaksiatan dan ketidaktaatan tertentu, yang selalu ingin bergulir ter-eksekusi. Sebuah momentum untuk tawbah. Tawbah تَوْبَة itu apa sih sebenernya?Secara bahasa, tawbah تَوْبَة itu mashdar (semacam bentuk kata benda) dari kata kerja (Fi’l) tāba

Tawbah Read More »

Bahasa Arab

Fushā vs ‘Āmiyah

Suatu hari.Di Thread saya pernah posting tentang motivasi belajar Bahasa Arab, terus ada yang comment dalam Bahasa Arab. Lalu saya ‘ngahuleng’ (mengernyit bingung) karena banyak kata asing. Apaan tuh عشان ‘asyān? Apa pula itu بس bas? كتير katīr? برضه bardhah? Gugling lah akhirnya.Owalah, ternyata bahasa ‘āmiyah Mesir.Ternyata ‘asyān عشان itu lianna لأن (karena). Bas بس

Fushā vs ‘Āmiyah Read More »

Bahasa Arab

Tips Menghindari Kesalahan Ketika Takbiran

Bagi yang lagi belajar Tahsīn / Tajwīd dan bagi yang lagi terus memperbaiki bacaan, ini ada beberapa tips untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika mengucapkan takbīr, tahlīl, dan tahmīd. Kesalahan yang pertama.Pengucapan lafzh ul-jalālah الله yang seperti ada huruf و sukūn-nya. Kalo ditulis jadi seperti اوْلٰه ‘Awlāh’. Jadinya ketika mengucapkan takbīr jadi ‘Awlāhu akbar’.

Tips Menghindari Kesalahan Ketika Takbiran Read More »

Bahasa Arab

Sudahkah Kita Mencintai Bahasa Arab? (Bagian 3)

Ketika belum memahami kedalaman makna Rabb رَبّ dan ilāh إِلَـٰه , seseorang bisa jadi mengakui adanya Tuhan sebagai Sang Pencipta yang telah menciptakan dia. Tapi ngga mengakui bahwa Tuhan tersebut punya hak absolut untuk disembah dan diibadahi. Yang punya hak absolut untuk mengatur cara hidup (way of life) semua ciptaan-Nya. Yang tahu persis apa yang terbaik bagi makhluk-Nya. 

Sudahkah Kita Mencintai Bahasa Arab? (Bagian 3) Read More »

Bahasa Arab

Sudahkah Kita Mencintai Bahasa Arab? (Bagian 1)

Dalam Bahasa Indonesia, kata rabb رَبّ diterjemahkan sebagai Tuhan. Kata ilāh إِلـٰه juga diterjemahkan sebagai Tuhan. Wajar karena memang ngga ada pilihan lain yang lebih pas. Seperti halnya menerjemahkan kata Bahasa Inggris “he”. Bahasa Indonesia akan menerjemahkan sebagai “dia”. Begitu pula kata “she”. Pilihannya “dia” lagi, “dia” lagi… Karena memang aneh kalo diterjemahkan misalnya “dia-laki-laki” atau “dia-perempuan”. Itulah kenapa penting bagi

Sudahkah Kita Mencintai Bahasa Arab? (Bagian 1) Read More »

Bahasa Arab

Jangan Katakan Jazākallāh

Jangan katakan “Jazākallāh“, katakan “Jazākallāhu khayrā” جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا ketika kita berterima kasih. Karena “jazākallāh” saja artinya “semoga Allah membalasmu“. Membalas dengan apa? Jahannam? Hukuman? Na’ūdzubillāhi min dzālik. Lengkapilah dengan “khayrā” atau “khayran“. “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.“ ― Dari kajian النحو القرآني ، قواعد وشواهد ; Syaikh Uthman ibn Farooq Catatan:Mengucapkan terima kasih kepada: Cara

Jangan Katakan Jazākallāh Read More »

Bahasa Arab

Muslim

Bahasa Arab memiliki kata أَسْلَمَ “aslama“. Kata ini adalah kata kerja bentuk lampau (Fi’l Mādhi) yang artinya “telah menyerahkan diri” (submitted). Ketika kita mengkonversi أَسْلَمَ menjadi kata benda (Mashdar), jadilah إِسْلَام “Islām“. Yang artinya “penyerahan diri” (submission).Penyerahan diri terhadap apa? Terhadap kehendak penciptanya, Allah subhānahu wata’āla. Penyerahan diri terhadap aturan-aturan-Nya. Terhadap agama-Nya. Submission to the will and religion of Allah

Muslim Read More »

Bahasa Arab